Profil Disnakkan

Kabupaten Ciamis merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat, letaknya berada di ujung Timur Provinsi Jawa Barat, yang jaraknya dari ibukota Provinsi sekitar 121 km. Posisi geografis Kabupaten Ciamis berada pada koordinat 108o20′ sampai dengan 108o40′ Bujur Timur dan 7o40’20” sampai dengan 7o41’20” Lintang Selatan. Berdasarkan letak geografisnya Kabupaten Ciamis berada pada posisi strategis yang dilalui jalan Nasional lintas Provinsi Jawa Barat – Provinsi Jawa Tengah dan jalan Provinsi lintas Ciamis – Cirebon Jawa Tengah. (Sumber : RPJMD Kab. Ciamis, 2014 – 2019).

Kabupaten Ciamis yang terdiri dari 27 Kecamatan memiliki potensi kekayaan dan keanekaragaman hayati berupa sumber daya peternakan dan perikanan. Komoditas unggulan dari budidaya peternakan antara lain Sapi Pasundan, Ayam Sentul, Ayam Ras Pedaging, Ayam Ras Petelur dan domba. Sedangkan komoditas unggulan dari budidaya ikan air tawar antara lain Gurame, Nila dan Udang Galah. Potensi daerah tersebut haruslah dikelola dengan arif dan bijaksana guna memberikan hasil yang optimal. Diperlukan peran serta aktif dari instansi pemerintah agar dapat mengatur, mengarahkan dan memberikan dorongan yang tepat dan sesuai dengan situasi, kondisi dan potensi yang ada di Kabupaten Ciamis.

Pembangunan sektor peternakan dan perikanan dititikberatkan pada usaha petani ternak dan ikan yang berwawasan agribisnis dalam upaya peningkatan perekonomian di pedesaan dengan tetap memprioritaskan peningkatan produksi protein hewani asal ternak yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH) sebagai bahan konsumsi masyarakat. Untuk itu diperlukan peningkatkan partisipasi masyarakat yang positif terhadap setiap langkah pelaksanaan pembangunan peternakan dan perikanan sehingga dapat mengembangkan potensi daerah yang ada. Potensi daerah tersebut diharapkan dapat memunculkan komoditas unggulan yang menjadi sentra pengembangan ternak dan ikan. Pembangunan peternakan dan Perikanan di Kabupaten Ciamis memiliki potensi yang menjanjikan, hal ini ditunjang dengan kondisi berikut :

  • Modal dasar berupa sumber daya alam, dengan kondisi iklim yang kondusif serta lahan garapan yang masih luas.
  • Sumber daya manusia, penduduk Kabupaten Ciamis tenaga kerja produktif cukup banyak dan melimpah.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Ciamis Nomor 15 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Ciamis Tahun 2011 – 2031, dibagi menjadi :

  1. Kawasan Peruntukkan Peternakan (rumpun pertanian), meliputi:
    • Sentra pengembangan sapi potong tersebar di Panumbangan, Panjalu, Sukamantri, Rancah Tambakasari, Pamarican dan Sadananya;
    • Sentra pengembangan ternak besar sapi perah, dengan lokasi di Kecamatan Cikoneng, Panjalu, Cihaurbeuti, dan Sidangkasih;
    • Sentra pengembangan ternak domba dan kambing tersebar di Panjalu, Lumbung, Rajadesa, Cimaragas, Banjarsari, Pamarican, Panawangan, Cihaurbeuti, Cidolog, Lakbok dan Sukadana;
    • Sentra pengembangan ternak ayam buras tersebar di Ciamis, Cipaku, Cijeungjing, Cikoneng, Sindangkasih, Baregbeg, Rancah, Cisaga dan Sukadana;
    • Sentra pengembangan Ayam Ras Pedaging tersebar di Ciamis, Cipaku, Kawali, Panawangan, Lumbung, Jatinagara, Rajadesa, Rancah, Panjalu, Sukamantri, Panubangan, Cihaurbeuti, Sidangkasih, Cisaga dan Cijeungjing;
    • Sentra Pengembangan Ayam Ras Petelur tersebar di Cisaga, Cipaku, Sukamantri dan Panjalu;
    • Sentra Pengembangan Itik tersebar di Lakbok, Purwadadi, Panumbangan;
    • Penyediaan pakan, dengan lokasi di Kecamatan Ciamis, Sadananya, Cikoneng, Cihaurbeuti, Banjarsari, Cijeungjing, Panjalu, Kawali, Sidangkasih, Panumbangan, Sukamantri dan Panawangan;
    • Pengolahan hasil peternakan berupa industri pengolahan hasil peternakan, dengan lokasi di Kecamatan Ciamis, Sadananya, Cikoneng, Cihaurbeuti, Panumbangan, Panjalu, Cijeungjing dan Banjarsari;
  2. Kawasan Peruntukkan Perikanan, meliputi:
  3. Perikanan tangkap, terdiri dari:
    • Perairan umum rawa, dengan lokasi di Kecamatan Banjarsari, Lakbok, Tambaksari, Rancah, Purwadadi;
    • Perairan umum danau atau situ atau cekdam, dengan lokasi di Kecamatan Banjarsari, Pamarican, Cisaga, Tambaksari, Rajadesa, Sadananya, Panawangan, Kawali, Panjalu, Panumbangan, Sindangkasih, Lumbung dan Sukamantri;
    • Pemanfaatan danau atau situ, dengan lokasi tersebar di seluruh kecamatan;
    • Pemanfaatan cekdam dan perairan umum sungai, dengan lokasi tersebar di seluruh kecamatan;
    • Perairan umum sungai, dengan lokasi tersebar di seluruh kecamatan.
  4. Budidaya perikanan terdiri dari:
    • Budidaya air tawar kolam air tenang, dengan lokasi tersebar di seluruh kecamatan;
    • Budidaya air tawar kolam air deras, dengan lokasi di Kecamatan Ciamis, Cihaurbeuti, Sadananya, Kawali, Panumbangan, Sindangkasih, Baregbeg dan Lumbung;
    • Budidaya air tawar mina padi, dengan lokasi tersebar di seluruh kecamatan kecuali Lakbok, Cidolog, Sukamantri.
  5. Pengolahan ikan, industri pengolahan ikan di Kecamatan Banjarsari, Lakbok, Cimaragas, Cisaga, Tambaksari, Ciamis, Cikoneng, Cihaurbeuti, Cipaku, Panjalu, Panumbangan, Sindangkasih, Baregbeg dan Purwadadi.
  6. Penyediaan prasarana perikanan, dengan lokasi di Balai Benih Udang Galah (BBUG) Kecamatan Pamarican, BBI Sukamaju Kecamatan Baregbeg, Pasai Ikan Banagara Kecamatan Ciamis, Pasar Ikan Kecamatan Cihaurbeuti, Pasar Ikan Kecamatan Panumbangan dan Pasar Ikan Cileungsir Kecamatan Rancah.
  7. Sentra Fokus Pengembangan,
    • Sentra pengembangan Ikan Gurame di Panumbangan, Panjalu, Ciamis, Baregbeg, Cikoneng, Sindangkasih, Rajadesa, Banjarsari, Panjalu dan Cijeungjing;
    • Sentra Ikan Nila di Cijeungjing, Panumbangan, Kawali, Cipaku, Sadananya, Cisaga, Banjarsari, Ciamis dan Cihaurbeuti;
    • Sentra pengembangan lele di Cikoneng, Sidangkasih, Sadananya dan Banjarsari;
    • Sentra Udang Galah di Pamarican, Panumbangan dan Sidangkasih.

Permintaan komoditas hasil peternakan dan perikanan mengalami peningkatan permintaan seiring dengan cepatnya laju pertumbuhan penduduk, kenaikan pendapatan perkapita serta kecenderungan perubahan pola makan yang ditandai dengan bertambahnya kesadaran masyarakat tentang arti pentingnya produk hewani asal ternak dan ikan sebagai salah satu bahan makanan yang bergizi tinggi.

Selain untuk memenuhi kebutuhan konsumen di wilayah Kabupaten Ciamis, pemasaran hasil produk peternakan terbuka luas, karena letak Kabupaten Ciamis yang strategis berbatasan langsung dengan kota Cilacap, Kabupaten Kuningan, Kabupaten Pangandaran, Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, dekat dengan kota besar Bandung, Cirebon dan Jakarta serta menguntungkan karena kualitas ternak dan ikan dari Kabupaten Ciamis dapat bersaing dengan produk peternakan dan perikanan dari daerah lain.

Sumber daya manusia (peternak dan pembudidaya ikan) memegang peranan yang sangat penting, sehingga harus memiliki pengetahuan yang luas tentang pemeliharaan, perawatan, pembibitan/pembenihan bahkan sampai dengan pemasaran hewan ternak dan ikan. Peternak juga harus memahami kebutuhan hewan ternak, seperti pakan hijauan, konsentrat dan kesehatannya. Demikian halnya dengan pembudidaya ikan harus memahami kebutuhan perikanan seperti ketersediaan air, pakan dan kesehatan.

Adapun faktor utama penunjang peternakan dan perikanan diantaranya, hewan ternak dan ikan, lingkungan sekitar, introduksi teknologi dan sarana prasarana. Ternak dan ikan merupakan objek, untuk itu perlu adanya perhatian lebih dari petani ternak/ikan sehingga dapat berkembang dengan baik dan memberikan hasil yang optimal. Lingkungan di sekitar harus diperhatikan baik itu perkandangan/kolam ataupun analisis dampak lingkungan yang ditimbulkan. Teknologi yang berkembang saat ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas ternak dan ikan, menekan ongkos produksi pemeliharaan, menjaga ketersediaan pakan dan menjaga sumber air dari kekeringan di musim kemarau. Sarana dan prasarana merupakan alat dan mesin penunjang peternakan, sehingga pemeliharaan/budidaya dapat efektif dan efisien dari segi biaya dan waktu agar memberikan hasil yang lebih optimal.

Isu – isu strategis berdasarkan tupoksi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis antara lain :

  1. Ketersediaan Sumberdaya Manusia Peternakan dan Perikanan yang berkualitas;
  2. Ketersediaan indukan yang berkualitas;
  3. Harga pakan ternak dan ikan semakin meningkat;
  4. Penyerapan informasi pasar dan teknologi masih rendah;
  5. Degradasi lahan peternakan dan perikanan yang potensial;
  6. Daya saing hasil produksi peternakan dan perikanan masih rendah;
  7. Sarana prasarana pendukung usaha peternakan dan perikanan belum memadai;
  8. Pengendalian Penyakit Hewan dan Ikan Belum Optimal;

Kontribusi Produksi Peternakan dan Perikanan Terhadap Pemenuhan Gizi Masyarakat Sangat Dominan.

Scroll to top