PERESMIAN KLASTER AYAM PETELUR KABUPATEN CIAMIS

Kabupaten Ciamis merupakan sentra ayam ras pedaging dan petelur serta memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perkembangan ekonomi daerah sehingga keberadaannya harus dipertahankan di tengah gejolak perunggasan yang tidak menentu disebabkan persaingan dengan perusahaan perunggasan skala besar dan terintegrasi.

Oleh karena itu berbagai kiat untuk meningkatkan daya saing perunggasan di Kabupaten Ciamis terus dilakukan antara lain efisiensi budidaya melalui sentuhan teknologi baik teknologi perkandangan maupun teknologi pakan.

Daging dan telur ayam sering menjadi penyumbang inflasi apabila harga di tingkat konsumen tinggi. Oleh karena itu dlm rangka menekan inflasi Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya sangat mendukung upaya yang dilakukan para peternak dalam meningkatkan efisiensi budidaya dengan harapan dapat menekan cost produksi yang berdampak terhadap penurunan harga di tingkat konsumen.

Bentuk dukungan Bank Indonesia tersebut diwujudkan melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) antara Bank Indonesia Tasikmalaya dengan Pemda Kabupaten Ciamis oleh Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (Heru Santaji) dan Bupati Ciamis (Dr. H. Herdiat Sunarya) pada hari Selasa tanggal 18 Juni 2019 bertempat di Desa Muktisari Kecamatan Cipaku. Salah satu kerjasama tersebut berupa pendampingan usaha peternakan ayam petelur melalui Pengembangan Klaster Ayam Ras Petelur. Kerjasama dilaksanakan selama 3 tahun, dan akan diperpanjang bila diperlukan. Kegiatan ini juga merupakan salah satu road map pengendalian inflasi di Kabupaten Ciamis.

Acara penandatanganan ini dihadiri oleh Ketua Komisi II DPRD Jabar, Wakil Ketua 2 DPRD Kabupaten Ciamis Drs. H. Komar, Kadis Peternakan dan Perikanan Ir. Hj. Yati Herdiati, perwakilan Kepala Bank Indonesia Tasikmalaya Heru Saptaji, Unsur Muspika Cipaku, Asisten Setda Kabupaten Ciamis, para Kepala SKPD, para Camat, Kepala Desa se-Kecamatan Cipaku, Pengusaha dan Ketua Paguyuban Peternak Ayam serta Peternak Ayam Petelur se-Kabupaten Ciamis.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Ciamis Ir. Hj. Yati Herdiati menyampaikan laporannya, Kabupaten Ciamis merupakan sentra ayam ras di Priangan Timur baik ayam pedaging maupun ayam petelur. Populasi ayam pedaging sekitar 14 juta ekor persiklus dan ayam petelur sekitar 1,4 juta ekor dengan produksi sekitar 45-50 ton perhari. usaha peternakan rakyat yang mampu mendorong pengembangan ekonomi daerah karena tidak kurang dari 15.000 orang yang terlibat dari sektor perunggasan. Kerjasama dengan BI Tasikmalaya dalam pengembangan klaster ayam ras ini merupakan yang kedua kalinya, yang pertama tahun 2011 sampai dengan 2013 kerjasama dalam pembangunan ayam ras pedaging.

Untuk Tahun 2019, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah mengalokasikan anggaran sebesar 2,3 milyar rupiah yang digunakan untuk pembangunan pabrik pakan skala kecil dan pengadaan sarana dan prasarana lainnya.

Perwakilan Kepala BI Tasikmalaya, Heru Saptaji menyampaikan, ” kita yakin bahwa MoU ini akan berjalan lancar. telur ayam merupakan salah satu kebutuhan pokok yang dikonsumsi seluruh lapisan masyarakat, karena ujungnya saling berkaitan dan akan berpengaruh ke wilayah, sehingga interkonektivitas itu akan salang terkait didalamnya. Faktor utama yang mempengaruhi inflasi adalah beras, ayam petelur dan ayam pedaging. Adanya inovasi teknologi NA11 telah berhasil mengendalikan pakan yang sangat minim dengan hasil begitu memuaskan.

Bupati Ciamis menyampaikan bahwa pembangunan peternakan di Kabupaten Ciamis memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka pengembangan ekonomi daerah, karena ternak selain merupakan sumber pangan hewani yang sangat penting bagi pembentukkan karakter bangsa, juga merupakan sumber mata pencaharian masyarakat yang mampu memberikan multiflier effect terhadap pembangunan sektor lain. Sektor perunggasan terutama ayam ras menunjukkan perkembangan yang cukup mengesankan, Bupati juga memberikan apresiasi yang tinggi pada sektor perunggasan ini. namun masih ada beberapa kerawanan yang sifatnya mendasar diantaranya adalah gejolak penyediaan DOC untuk kebutuhan para peternak domestik, masalah efisiensi perunggasan yang hingga saat ini masih jauh dari harapan, serta penyediaan pakan ternak yang murah dan terjamin masih jauh dari yang diharapkan, sehingga dengan adanya pengembangan klaster ayam ras petelur ini Bupati berharap ada solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak.

Bupati mengucapkan terimakasih  kepada Bank Indonesia atas segala upaya telah turut aktif dalam mendukung usaha peternakan ayam ras di Kabupaten Ciamis. Juga apresiasi kepada masyarakat perunggasan yang telah bahu membahu berperan aktif dan positif dalam upaya peningkatan kesempatan kerja dan berusaha di Kabupaten Ciamis. semoga dengan upaya yang telah dilakukan oleh Bank Indonesia dan para peternak ayam ras petelur ini dapat membantu upaya pengendalian inflasi di wilayah Priangan Timur khususnya di Kabupaten Ciamis.

PERESMIAN KLASTER AYAM PETELUR KABUPATEN CIAMIS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to top